Inverter adalah perangkat elektronika yang dipergunakan untuk mengubah tegangan DC (Direct Current) menjadi tegangan AC (Alternating Curent). Output suatu inverter dapat berupa tegangan AC dengan bentuk gelombang sinus (sine wave), gelombang kotak (square wave) dan sinus modifikasi (sine wave modified). Sumber tegangan input inverter dapat menggunakan battery, tenaga surya, atau sumber tegangan DC yang lain. Sebagai contoh sederhana, jika kita kehabisan daya baterai laptop saat bekerja di dalam Mobil, maka kita dapat menggunakan inverter untuk merubah tegangan DC 12V melalui ‘cigar plug’ menjadi tegangan AC 220V untuk mengisi daya baterai laptop.
Jenis – Jenis Inverter DC Ke AC
Berdasarkan jumlah fasa output inverter dapat dibedakan dalam :
- Inverter 1 fasa, yaitu inverter dengan output 1 fasa (single-Phase).
- Inverter 3 fasa, yaitu inverter dengan output 3 fasa (Three-Phase).

Berdasarkan bentuk gelombang output-nya inverter dapat dibedakan menjadi :
- Sine wave inverter (Pure sinewave), yaitu inverter yang memiliki tegangan output dengan bentuk gelombang sinus murni atau sama seperti bentuk gelombang teganngan dari PLN. Inverter jenis ini dapat memberikan supply tegangan ke beban (Induktor) atau motor listrik dengan efisiensi daya yang baik. Ini adalah inverter terbaik saat ini. Berikut contoh gambar bentuk dari gelombang output inverter nya:

- Sine wave modified inverter, yaitu inverter dengan tegangan output berbentuk gelombang kotak yang dimodifikasi sehingga menyerupai gelombang sinus. Inverter jenis ini memiliki efisiensi daya yang rendah apabila digunakan untuk mensupplay beban induktor atau motor listrik. Berikut gambar bentuk gelombangnya:

- Square wave inverter, yaitu inverter dengan output berbentuk gelombang kotak, inverter jenis ini tidak dapat digunakan untuk mensupply tegangan ke beban induktif. Berikut gambar bentuk gelombangnya:

Jenis-Jenis Inverter Berdasarkan Fungsinya:
- Off grid inverter bekerja dengan menggunakan sumber listrik backup battery yang dihasilkan dari solar panel system dan menggantikan saat jaringan listrik dari penyedia listrik utama (PLN) padam. Inverter ini bekerja layaknya UPS hanya saja ada tambahan solar charge dari tenaga matahari. Berikut diagram dari inverter off grid ini:

- Grid tie inverter/on-grid inverter bekerja secara langsung dari solar panel system tanpa melalui sumber backup, juga dapat digunakan secara bersama dengan penyedia jaringan listrik utama (PLN).sehingga dapat mengurangi beban tagihan listrik. System ini bekerja secara sinkron dan otomatis berbagi beban antara solar panel system sebagai yang utama dan PLN sebagai backup, bila supply yang dihasilkan solar panel system kurang maka akan dipenuhi dari PLN. Kekurangan sistem ini adalah ketika terjadi pemadaman listrik utama/PLN pada siang hari, inverter ikut mati sehingga tenaga matahari tidak optimal digunakan jika di daerah yg sering terjadi pemadaman listrik. Berikut diagram inverter grid tie/on grid sistem:


Diagram internal grid-tie Inverter
- Hybrid Inverter adalah perpaduan dari inverter off grid dan grid tie inverter. Selain dapat sebagai grid tie inverter juga dapat berfungsi sebagai backup power ketika terjadi pemadaman listrik utama/PLN. Sehingga sistem ini sangat cocok untuk segala kondisi daerah (dapat bekerja di daerah yg tidak ada listrik sama sekali dan di daerah perkotaan yang jarang terjadi pemadaman listrik). Berikut gambar system inverter hybrid:


Daftar Pustaka
http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/inverter-dc-ke-ac/
http://jiwa-elektro.blogspot.co.id/2015/05/prinsip-kerja-inverter-grid-tie/
Belum ada Komentar untuk Jenis-Jenis Inverter DC ke AC